Ciri ciri Herpes pada Bayi dan Cara Menangani & Mencegahnya

Herpes adalah salah satu penyakit kulit menular. Herpes ternyata tak hanya bisa dialami oleh orang dewasa tapi juga anak-anak bahkan bayi. Lalu, apa saja ciri ciri herpes pada bayi? Itulah yang akan kita bahas tuntas di sini.

Proses Penyebaran Herpes pada Bayi

Penyebaran virus herpes dapat melalui air liur, sentuhan kulit, atau benda yang baru saja dipegang penderita herpes. Selain itu, herpes juga dapat melepuh & menyebar dari bagian luar bibir sampai gusi. Beberapa diantara gejala herpes pada bayi adalah seperti berikut ini:

  • Meneteskan air liur
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Rewel

Herpes yang terjadi pada bayi benar-benar berbahaya. Apabila tidak ditangani dengan segera, herpes pada bayi bisa menjadi septikemia. Perlu kalian ketahui, septikemia merupakan kondisi keracunan darah akibat bakteri yang terlalu banyak menumpuk dalam aliran darah. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh terjadi.

Tips Mencegah & Mengatasi Herpes pada Bayi

Ada baiknya mengetahui cara mengatasi & mencegahnya:

  • Jangan memberi si kecil makanan yang bersifat asam sebab bisa mengakibatkan luka yang sudah melepuh semakin infeksi
  • Apabila bayi telah bisa makan makanan padat, berikanlah smoothies buah yang sudah dibekukan supaya bibirnya nyaman & tidak terjadi dehidrasi
  • Compress air es atau air hangat untuk meringankan rasa tidak nyaman & perih akibat luka herpes yang sudah melepuh
  • Cuci barang-barang yang baru dipakai si bayi menggunakan air hangat
  • Hindari penyebaran infeksi lewat air liur dengan cara tidak berbagi gelas, handuk, sikat gigi, sendok, dll
  • Bersihkan mainan bayi supaya tidak terkena virus yang bisa menempel pada mainan
  • Ajaklah si kecil selau mencuci tangan secara rutin dan berkala
  • Cegah penyebaran herpes pada bayi dengan tidak menyentuh atau menggaruk luka yang sudah melepuh akibat virus herpes

Berkaitan dengan ciri ciri herpes pada bayi, kalian bisa mengatasi atau mencegahnya dengan Brown’s’ Baby Lotion. Body lotion yang bersifat menenangkan ini membantu meringankan gejala herpes pada bayi. Body lotion ini menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak esensial alami, calendula, chamomile, minyak kelapa, dan lidah buaya organic. Selain itu, body lotion ini juga bebas paraben, bebas hipoalergenik, dan bebas minyak bumi sehingga aman digunakan untuk mengobati herpes yang terjadi pada bayi.

Faktor-faktor Penyebab Herpes pada Bayi

Biasanya, herpes menyerang bayi karena adanya virus herpes simpleks tipe 1 (HVS-1). Umumnya, virus ini menyerang anak yang berusia mulai dari 1 hingga 5 tahun. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyerang bayi Ketika masih ada di kandungan ataupun Ketika proses persalinan yang ditularkan sang ibu. Tak hanya itu saja, herpes juga bisa ditularkan Ketika proses menyusui apabila payudara ibu punya luka herpes.

Virus herpes menular lewat air liur, sentuhan pada benda yang dipegang penderita, atau kontak kulit. Bayi yang belum punya sistem imun sempurna rentan terserang virus herpes, apalagi Ketika kondisi Kesehatan sedang lemah. Contohnya adalah Ketika bayi terpapar dingin atau sinar matahari terus, flu, dehidrasi, terluka pada kulit, atau mengalami kelelahan.

Herpes juga bisa menyerang anak bayi apabila ia dicium orang yang menderita herpes di area mulutnya. Itulah kenapa bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan tak boleh dicium sembarangan oleh orang asing.

Ciri-ciri Herpes pada Bayi

Berbicara mengenai ciri ciri herpes pada bayi, bayi yang terkena herpes akan punya luka melepuh pada area sekitar mulut, pipi, dagu, dan hidung. Luka itu akan pecah setelah beberapa hari. Lalu membentuk kerah & bisa sembuh sendiri setelah sekitar 1 hingga 2 minggu.

Tak hanya luka melepuh, herpes yang terjadi pada bayi juga biasanya ditandai dengan beberapa ciri di bawah ini:

  • Menangis dengan suara kencang atau keras
  • Sesak atau sulit bernapas
  • Kulit & lidah membiru
  • Tak mau makan & minum
  • Rewel
  • Sering meneteskan air liur
  • Mengalami ruam
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Gusi bengkak
  • Sakit tenggorokan
  • Demam tiba-tiba yang muncul setelah 2 hingga 12 hari sesudah infeksi

Jika sudah ada tanda atau ciri sesak napas disertai dengan kulit & lidah membiru, hal ini bisa menjadi tanda kalau si kecil terserang herpes pada sistem pernapasannya. Jadi, si kecil harus ditangani dengan segera mungkin. Bawalah si kecil ke dokter supaya mendapat penanganan lebih lanjut.

Komplikasi Herpes pada Bayi

Herpes yang terjadi pada bayi tak boleh disepelekan. Pasalnya, herpes bisa berkembang sehingga menjadi herpes sistemik. Perlu diketahui, herpes sistemik bisa menyebabkan komplikasi yang serius seperti radang otak, penurunan kesadaran, kejang-kejang, dan gangguan pernapasan. Jika terjadi, kondisi ini bisa mengganggu kinerja organ vital pada bayi, termasuk hati, ginjal, paru-paru, dan sistem saraf pusat. Bukan hanya itu saja, herpes dapat menyebar sampai ke mata yang bisa mengakibatkan infeksi pada kornea mata & menyebabkan buta.

Mengatasi Herpes pada Bayi

Beberapa cara bisa dilakukan dengan beberapa cara:

  • Mencegah bayi untuk tak sembarangan dicium orang asing
  • Kalian para orang tua harus melakukan hubungan seksual yang sehat dan aman
  • Ibu hamil yang terserang herpes genital harus menjalani pengobatan antivirus semenjak kehamilan menginjak usia 36 minggu
  • Ibu hamil yang terserang herpes disarankan melakukan proses persalinan operasi sesar guna mencegah penularan terhadap bayi yang akan dilahirkannya
  • Infeksi herpes pada bayi bisa diobati dengan antivirus yang diberikan lewat infus ke pembuluh darah bayi, umumnya butuh waktu beberapa minggu. Jika bayi sulit minum, kejang-kejang, hingga dehidrasi, pengobatan lainnya juga diperlukan.

Merawat Bayi yang Terkena Herpes

Jika bayi telah terlanjur terkena herpes, kalian para orang tua dapat merawatnya sendiri dengan panduan berikut ini:

  • Hindari peralatan makan & minum dengan penderita herpes
  • Membersihkan tangan si kecil menggunakan air mengalir & sabun atau cairan antieptik secara rutin
  • Hindari menyentuh luka
  • Terus memberikan ASI & cairan lainnya agar bayi tidak mengalami dehidrasi
  • Oleskan salep pereda nyeri berdasarkan resep & panduan dokter
  • Jangan memberi MPASI yang asin & asam, sebab bisa membuat luka terasa lebih perih dan sakit
  • Kompres luka menggunakan handuk basah agar bengkak & merahnya mereda
  • Berikan obat pereda nyeri yang ringan seperti paracetamol, sesuai anjuran dokter

Herpes memang terdengar menyeramkan, apalagi jika terjadi pada bayi. Namun, sebenarnya herpes bisa sembuh sendiri. Tapi pengobatan juga diperlukan agar sembuh sepenuhnya dan lebih cepat. Untuk itu, kalian para orang tua harus tahu tentang gejala, tanda, atau ciri ciri herpes pada bayi. Selain itu, penting juga untuk memahami penyebaran herpes dan komplikasinya. Yang paling penting adalah memahami cara mengatasi dan tips untuk mencegahnya supaya tidak terjadi pada bayi kita semua.

You may also like...