Formulir BPJS Calon Bayi dan Cara Mendaftar

Ketika sedang hamil, orang tua pasti ingin semua proses berjalan lancar hingga akhir. Namun, beberapa kondisi tertentu kadang membuat bayi harus mendapat penanganan khusus. Tak perlu khawatir, perawatan bayi yang belum lahir dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Lalu, bagaimana cara mengurusnya? Kalian akan dihadapkan dengan formulir BPJS calon bayi terlebih dahulu.

 

Layanan-layanan Ibu Hamil yang DItanggung BPJS

Tak bisa dipungkiri, BPJS Kesehatan memberi banyak manfaat untuk ibu hamil dan calon bayi yang akan lahir. Beberapa layanan yang bisa dinikmati calon ibu adalah:

  • Persalinan Normal

Biaya persalinan secara normal sudah tentu ditanggung BPJS. Tapi, hal ini harus dilakukan sesuai ketentuan dari BPJS Kesehatan. Pasalnya, ada beberapa prosedur yang diperlukan. Untuk layanan bersalin, tak ada pembatasan apapun karena semua peserta BPJS karena semua peserta dapat memperoleh layanan bersalin tiap kali hamil & melahirkan. Berkaitan dengan biaya persalinan, BPJS menanggung biaya maksimal 600 ribu rupiah untuk setiap persalinan. Jika biayanya melebihi dari nominal tersebut, maka peserta harus membayar kelebihannya menggunakan uang pribadi.

  • Operasi Caesar

Di kondisi tertentu, peserta BPJS mungkin tak dapat menjalani proses persalinan normal & harus melalui operasi Caesar. Hal ini tentu saja membutuhkan penanganan khusus & biaya lebih banyak. BPJS Kesehatan juga menanggung biaya persalinan operasi Caesar jika ibu punya kehamilan dengan resiko yang tinggi. Misalnya adalah masalah atau kondisi Kesehatan tertentu yang menyulitkan proses persalinan normal atau membahayakan keselamatan ibu & anak.

Saat persalinan normal tidak berjalan sebagaimana yang seharusnya, proses persalinan akan disarankan melalui operasi Caesar. Perlu tidaknya operasi Caesar harus berdasar diagnosis dari dokter kandungan. Itulah kenapa sangat penting bagi ibu hamil untuk selalu berkonsultasi dengan bidan ataupun dokter selama masa kehamilan.

  • USG

Seperti halnya layanan bersalin, USG juga ditanggung BPJS Kesehatan. Layanan ini hanya bisa dilakukan 1 kali untuk 1 masa kehamilan. artinya, ibu hamil hanya bisa menerima pemeriksaan USG dengan BPJS sebanyak 1 kali selama hamil sampai melahirkan. Proses ini harus melewati rujukan dokter kandungan yang memeriksa peserta. Surat rujukan tersebut dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan USG. Jika pemeriksaan USG dilakukan dengan kehendak peserta atau ibu hamil sendiri, seluruh biaya yang harus dibayarkan ditanggung ibu hamil yang bersangkutan, bukan BPJS Kesehatan.

 

Kategori Kepesertaan BPJS Kesehatan Calon Bayi

Janin yang masih berada dalam kandungan bisa didaftarkan ke peserta BPJS Kesehatan. Tentunya, kalian harus mengisi formulir BPJS calon bayi terlebih dahulu untuk mendapatkan jaminan Kesehatan yang dimaksud. Tapi, pendaftaran BPJS calon bayi hanya boleh dilakukan bagi kalian para orang tua yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sebelum daftar, ada beberapa macam kategori BPJS Kesehatan yang perlu diketahui supaya kalian tidak salah pilih.

  • Peserta BPJS PBI

Iuran bulanan peserta BPJS jenis ini ditanggung & disubsidi oleh pemerintah.

  • Peserta BPJS non-PBI (Penerima Bantuan Iuran)

Iuran bulanan peserta BPJS jenis ini ditanggung oleh yang bersangkutan sendiri.

  • Peserta BPJS Ketenagakerjaan atau Perusahaan

Iuran bulanan peserta BPJS jenis ini ditanggung oleh perusahaan di mana tempat peserta yang bersangkutan bekerja.

 

Panduan dalam Mendaftar BPJS Kesehatan Bayi yang Belum Lahir

Bagi kalian para orang tua yang ingin tahu panduan yang benar dalam mendaftarkan calon bayi ke dalam BPJS Kesehatan, inilah alurnya:

 1. Melengkapi Formulir Data Isian Peserta (DIP)

Ketika mendaftarkan calon bayi menjadi peserta BPJS Kesehatan, kalian para orang tua harus mengisi formulir BPJS Kesehatan calon bayi yang telah disediakan. Dalam formulir itu, ada beberapa informasi yang harus diisi, meliputi:

  • Tanggal lahir bayi (diisi tanggal waktu bayi didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan)
  • Kelas perawatan calon bayi (sama dengan kelas perawatan ibu hamil)
  • Iuran pertama calon bayi bisa dibayarkan sesudah bayi lahir dalam keadaan hidup, paling lambat dibayarkan 30 hari setelah HPL.
  • Jaminan pelayanan Kesehatan bayi yang sudah lahir berlaku sejak iuran pertama dibayarkan.
  • NIK dan Nomor KK bayi mengikuti NIK & nomor KK ibu.

 2. Mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan

Di sisi lain, kalian harus mempersiapkan beberapa berkas yang menjadi syarat untuk mendaftarkan calon bayi ke BPJS Kesehatan, yaitu:

  • Fotokopi KTP orang tua
  • Fotokopi KK orang tua
  • Fotocopy BPJS Kesehatan orang ibu
  • Bayi yang didaftarkan harus menggunakan nama ibu. Misalnya adalah ‘Bayi Nyonya (nama ibu)’.
  • Surat keterangan dari dokter, menjelaskan kondisi janin dalam kandungan. Umumnya, surat keterangan ini menyatakan tentang denyut jantung janin & jenis kelamin sesuai hasil USG.
  • Fotokopi buku nikah orang tua

 

Langkah-langkah dalam Mengurus BPJS Kesehatan Calon Bayi

Jika berkas & syarat telah terpenuhi, kalian bisa langsung mendatangi kantor BPJS & mulai mengurus BPJS Kesehatan untuk calon bayi. Caranya adalah dengan mengikuti Langkah-langkah berikut ini:

  1. Datangi kantor BPJS Kesehatan sesuai domisili yang tertera di KTP
  2. Ambil nomor antrian & isi formulir BPJS calon bayi
  3. Setelah mengisi formulir, kumpulkan semua dokumen yang diperlukan ke petugas BPJS Kesehatan
  4. Jika pendaftaran sudah selesai, kalian akan mendapat nomor virtual account lewat pesan singkat (SMS)
  5. Kartu BPJS Kesehatan calon bayi akan dicetak dalam bentuk print out, dengan nama sementara ‘calon bayi Nyonya …’

 

Kapan Harus Mendaftarkan BPJS Kesehatan Calon Bayi?

Lalu, kapan calon bayi harus didaftarkan sebagai anggota BPJS Kesehatan? Intinya, kalian dapat mendaftarkannya sejak jauh-jauh hari, bahkan sebelum HPL calon bayi dikeluarkan oleh dokter. Tentu saja, kalian juga harus mulai menyiapkan persalinan sebaik mungkin supaya proses lahiran berjalan dengan lancar dan selamat.

Tapi, calon bayi sebaiknya didaftarkan menjadi anggota BPJS Kesehatan sebelum kehamilan memasuki usia 7 bulan. Hal ini sangat penting karena khawatir ibu akan melahirkan secara prematur. Namun, terlalu dini mendaftarkan BPJS Kesehatan untuk calon bayi juga bukan ide yang bagus. Jadi, waktu yang tepat yaitu setelah denyut nadi janin dalam kandungan bisa terdeteksi melalui pemeriksaan dokter.

Itulah beberapa hal yang harus diketahui oleh para ibu hamil yang ingin mendaftarkan calon buah hatinya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Beski belum lahir & masih berada di dalam kandungan, calon bayi sudah bisa memperoleh kepesertaan BPJS Kesehatan tapi dengan nama ‘calon bayi (ibu)’. Jika kalian adalah Wanita yang sedang hamil sekitar 7 bulanan, salah satu persiapan yang dapat dilakukan sebelum proses persalinan adalah dengan mendaftarkan BPJS Kesehatan untuk calon bayi yang belum lahir. Tujuannya adalah mengantisipasi biaya yang tak terduga dalam proses persalinan serta menghemat waktu pengurusan administrasi persalinan. Pastikan formulir BPJS calon bayi diisi dengan benar.

You may also like...